Shop Till You Drop @ Crocs Sale

29 04 2009

Crocs Sale @ lt. 6Crocs Sale dengan tema “Crocs Give Back Is Coming” 20-24 Mei 2009 di Senayan City merupakan event sale yang sangat luar biasa yang pernah hadir di Indonesia.

 

Sale kali ini mungkin hanya bisa ditandingi oleh event-event sale di luar negeri seperti ketika Ikea mengadakan event Sale tahunan di Singapore, Scotlandia ataupun juga Sale merk-merk terkenal di New York dimana penggemar merk-merk tersebut sudah sejak pagi rela antri bahkan berebutan barang untuk mendapatkan merk dan model pujaannya.

 

Pada event Crocs ini antrian mengular sejak pagi hari di hari Senin, hari pertama yang semula dikira tidak akan antri. Antri berbelok-belok sejak Lantai 6 mulai pintu kaca menuju eskalator ke Lantai 7 tempat sale dilaksanakan hingga berputar lebih dari setengah lingkaran Senayan City mendekati Lolypop di lantai 6 tersebut. Yang antri pun dari berbagai kalangan, usia dan jenis kelamin. Ada ibu yang hamil, membawa anak balita hingga orang tua yang juga diajak. Ternyata antrian tidak hanya disitu saja, dieskalatorpun harus antri dan lebih mengagetkan lagi, di lantai 8 juga antri 3 lapis dengan panjang sekitar 30 m. Total antrian sejak awal hingga masuk mencapai 2-3 jam.

 

Berbagai strategi dilakukan mulai dari pakai Blackberry untuk mengusir kebosanan menunggu hingga memanfaatkan anak dan bayi agar lebih cepat antri, bujuk2 petugas yang jaga hingga pura-pura bilang kalau teman sudah ada di dalam. Semuanya dilakukan agar antri tidak terlalu lama!

 

Berada dalam lokasi, suasana dibuat seperti di gudang atau pasar dengan tumpukan kardus2 dan penjual yang berbaris membantu pembeli. Suasana ini membuat shopaholic semakin bernafsu untuk memborong sepatu ataupun sandal yang diinginkan. Teriakan hingar bingar antara pembeli yang memilih ukuran dan warna dan penjual sesama penjual semakin meningkatkan intensitas untuk memborong dan berbelanja.

 

Pilihan model dan warna yang di Sale sesungguhnya tidak banyak namun jumlah barang cukup banyak sehingga pembeli leluasa untuk memborong banyak barang untuk dipakai sendiri, suami, anak, teman, dll.

 

Setelah memilih barang-barang, maka pembeli harus antri lagi untuk membayar kecuali bagi yang ingin membayar dengan cash. Namun pembeli banyak yang memilih dengan kartu kredit karena mendapatkan tambahan discount. Antrian untuk membayar juga tidak tanggung-tanggung bisa 2 – 3 jam dan lagi-lagi berbagai strategi digunakan untuk lebih cepat membayar.

 

Pada hari pertama pemilik kartu kredit Platinum mendapat prioritas khusus untuk membayar, namun pemilik kartu Platinum yang datang ternyata sangat banyak sehingga meskipun pakai kartu platinum tetap lama antri. Akhirnya pihak Crocs menghentikan kebijakan kartu Platium dan membiarkan semua antri kecuali pembayar cash di hari berikutnya.

 

Kondisi antrian bayar jauh berbeda dengan antrian akan masuk dimana antrian akan masuk pembeli masih bersemangat dan rela berdiri berjam-jam untuk dapat masuk ke lokasi, namun di antrian bayar, pembeli duduk di karpet dan menendang-nendang ataupun mengggeser-geser belanjaannya sambil bermain Blackberrynya. Jika dilihat status FB saat itu banyak sekali yang menulis tentang Crocs.

 

Setelah membayar dan dengan bangga menenteng barang belanjaan berwarna warni di plastik hijau. Keesokan harinya dengan bangga memakai sepatu Crocs ke kantor ternyata sepatu Crocs tidaklah senyaman yang dijanjikan, mungkin karena bentuk kaki yangkurang sesuai dengan modelnya. Dan pada hari Sabtu ketika jalan-jalan ke Senayan City pakai sandal Crocs yang cukup nyaman, tapi ternyata banyak sekali yang pakai Crocs dihari itu dengan model dan warna yang di Sale!

 

Hari-hari berikutnya antrian tidak menyurut, terlihat dari status Facebook yang masih banyak melaporkan antrian di Senayan City bahkan informasinya antrian bertambah parah. Beberapa bahkan datang kedua kalinya dan rela antri lagi karena masih penasaran ada beberapa barang yang lupa ataupun belum dibeli. Petugas Crocs sampai berulang-ulang mengingatkan bahwa nmodel dan nomor tidak lengkap lai naum pembeli pantang surut, terus maju dan antri.

 

Yang aneh adalah pembeli yang antri tersebut adalah pengunjung Senayan City yang notabene adalah mall kelas atas dengan status ekonomi pengunjung tentunya juga menengah ke atas. Hal ini terlihat dari pembeli yang banyak pakai HP Blackberry dan  kartu kredit Platinum, mengapa mereka sampai rela antri berjam-jam untuk menghemat beli sandal ataupun sepatu yang ternyata nilai yang dihematpun tidak lebih dari Rp 500.000?

 

Disinlah letak keberhasilan Metrox sebagai pemilik merk Crocs di Indonesia yang mampu menjungkirbalikkan persepsi krisis dan meningkatkan konsumsi masyarakat dengan strategi marketing yang jitu dimana Crocs yang jarang discount di Indonesia namun dengan model yang mencolok dengan janji nyaman dan anti mikroba dan anti kuman mampu membuat keinginan pembeli menggebu-gebu untuk memiliki produk Crocs. Crocs berubah menjadi gaya hidup dan status sosial pemiliknya.

 

Selain itu strategi sale dengan membuat suasana seperti pasar atau gudang dan menerapkan antrian serta membatasi waktu mendorong pembeli semakin ingin tahu dan memiliki barang tersebut tanpa memikirkan akal sehat sehingga rela menghabiskan waktu berjam-jam untuk memenuhi rasa ingin tahu dan memiliki Crocs meskipun secara nilai rupiah yang dihemat tidak sebanding dengan waktu yang dikeluarkan untuk mendapatkannya.

 

Crocs sangat jeli manfaatkan masyarakat di Indonesia yang sangat ingin dipandang status sosialnya dari yang dikenakan mulai dari HP Blackberry, tas LV/Gucci dan sandal santai Crocs. Bahkan jika produks Crocs di Cina menumpukpun bisa dengan mudah dijual dan diserap pasar di Indonesia karena produk ini sudah terlanjur menjadi suatu simbol status.

 

Artikel ini sudah dimuat di http://www.kabarindo.com/newsdetail.php?id=1439

 

Bagaimana pengalaman pakai Crocs? Share yah…


Actions

Information

2 responses

13 06 2009
bella

aku pengen sepatu crocs lagi…………………

30 11 2010
marketertalk

Suka Crocs juga yaah? Di China jauh lebih murah. Atau kalo ke Hong Kong bisa beli di OUtletnya di Tung Chung..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: