In Google We Tust

5 05 2009

Semboyan Amerika adalah ‘In God We Trust’ tapi kini dikalangan netter alias pengguna internet yang lebih popular adalah ‘In Google We Trust’. Mengapa?

Setiap hari ada satu web yang tidak pernah tidak saya akses yaitu Google. Di kalangan anak-anak sekolah, jika ada pelajaran yang tidak dimengerti ataupun ingin penjelasan lebih detail, daripada bertanya kepada ayah dan ibunya yang super sibuk, lebih baik bertanya kepada Uncle Google yang tidak pernah komplein dan marah ditanya terus menerus dan juga tidak pernah menertawakan pertanyaan yang terkadang bodoh.

Setiap hal bisa saya tanyakan di Google, mulai dari ‘what is 67 x 56’ saya mendapatkan hasilnya, bagaimana membuat Pad Thai dan batagor kegemaran saya, apa saja lapisan atmosfir , kliping dan sejarah Kartini untuk PR anak saya, bagaimana strategi memulai wirausaha bahkan kapan akhir dari dunia ini ada jawabannya dari Google.

Bukan untuk hal-hal di atas saja saya tanyakan ke Google namun juga hal-hal berat terkait pekerjaan juga saya tanya ke Uncle Google misalnya berapa jumlah pengguna internet di dunia, berapa besar industri kreatif di Indonesia dan apa saja yang sedang dilakukan oleh kompetitor perusahaan juga ada di Google. Tak ketinggalan juga terkait hobby saya shopping, dimana saya bisa mendapatkan sepatu Prada, tas Gucci, parfum aneka merk yang murah ataupun kacamata Fendi dan juga hobby investasi saham dan property semua saya dapatkan dari Google.

Kemahiran saya menggunakan Google menjadi suatu alat bantu dalam melaksanakan pekerjaan kini bahkan menjadi suatu materi khusus training yang saya berikan kepada perusahaan untuk mendapatkan data-data industri maupun kompetitornya. Google kini membuat saya menguasai banyak hal dengan range yang luas, ibu yang ahli masak, marketing yang handal, investor yang cakap dan beragam ahli yang semuanya didapat dari hasil belajar di Google.

Setelah adik, anak dan pembantu di rumah saya ajarkan cara menyalakan komputer, cara berinternet, Google adalah hal yang saya ajarkan kepada mereka untuk berselancar di dunia maya. Kini dengan Google, anak saya sangat lancar mengerjakan PR, bermain games kegemarannya dan melihat-lihat Naruto dan Ben10 jagoannya. Pembantu sayapun mahir memasak apapun yang saya inginkan, Senin masakan ala Thailand, Selasa masakan ala Jepang hingga Sabtu dan Minggu, sambel ulek dan pecel tak ketinggalan teknik-teknik menghias meja makan sesuai table mannerpun mahir dilakukannya.

Tidak mengherankan saat ini setiap orang sangat percaya terhadap Google dan Google menjadi pelajaran kedua untuk akses internet setelah tombol tutup layar internet. Tombol tutup layar menjadi hal utama yang wajib dipelajari bukan saja agar menghentikan internet saat diinginkan tapi juga saat tidak diinginkan dan mendadak harus ditutup karena ada bos yang lewat saat kita sedang melihat situs-situs yang dilarang seperti games, facebook, dll.

Intinya adalah pelajari internet, pahami teknik Google dan manfaatkan internet sehingga kita menjadi tidak ketinggalan jaman dan up to date dengan informasi. In Google We Trust, Amazing khan?

Tulisan ini juga dimuat di http://www.kabarindo.com


Actions

Information

2 responses

5 05 2009
sonirosa

excellent writing!
it’s so colorfull, u’ve good sense of humor too, right?

11 05 2009
marketertalk

Bung Soni, Thanks for your comment and input!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: