My Investment Way 2: Get Started

2 06 2009

Bagaimana memulai berinvestasi? Mungkinkah investasi dengan dana yang belum terkumpul banyak? Pertanyaan-pertanyaan seputar ini sering kali ditanyakan oleh pemula dalam berinvestasi.

Saya mengamati, mempelajari dan telah mempraktekkan sendiri cara-cara ini untuk berinvestasi sebagai pegawai, sehingga investasi tetap bisa dilakukan sambil bekerja.

Bagaimana memulai investasi?

1. Niat & Keyakinan
Dalam segala aspek kehidupan yang terpenting adalah niat, maka sebelum berinvestasi mulailah dengan niat yang baik tanamkan dalam hati tujuan investasi. Apakah ingin memiliki banayk uang untuk membantu sesama, menghajikan orang tua, menyekolahkan anak ke luar negeri ataupun memiliki kebebasan finansial.

Setelah menanamkan niat tentunya harus yakin investasi yang dilakukan dengan cara halal dan berdoalah agar investasi berhasil. Tanamkan ke dalam diri bahwa investasi akan membawa hasil yang besar, bayangkan hasil yang didapat sedetil mungkin sesuai tujuan tadi. Bayangkan kebahagiaan orang yang kita bantu, orang tua ketika dibayarkan hajinya, melihat anak lulus sekolah dari ITB ataupun MIT di Amerika. Membayangkan tidak bayar bukan? Jadi jangan takut membayangkan sesuatu dan tidak ada batasan apapun yang diinginkan, bayangkanlah sedetil mungkin dan bayangkan perasaan ketika hasil ini anda capai.

Jadi niat, berdoa, yakin dan bayangkan sedetil mungkin hasil yang ingin dicapai.

2. Mulai Dari Kecil
Kalau tabungan kita sedikit, jangan berkecil hati, teruslah disiplin menabung. Tentukan nilai tabungan di awal misalnya 10% atau 20% dari gaji dan disiplinlah. Jangan menabung sisa dari uang setelah dibelanjakan tapi belanjakanlah setelah dipotong dana untuk menabung.

Jika saat ini tabungan ada 15 juta misalnya ini sudah dapat diinvestasikan. Ada beberapa pilihan yaitu membeli 50 gram emas, membeli Obligasi ataupun memulai perdangan ritel. Jika tidak ingin repot sebaiknya beli saja emas batangan, bukan perhiasan. Membeli emas batangan sebaiknya 100 gram karena tidak dikenakan biaya pemotongan ketika dijual kembali. Namun jika kahawatir uang terpakai beli yang 50 gram tidak masalah, potongan hanya sekitar 100 ribuan.

Jika hobby wirausaha, kenali hobby apa apakah memasak, perhiasan, lukisan, berdagang, fotografi, dll. Jika hobby berdagang pakaian, cari sumber pakaian termurah, jual ke teman-teman dan online. Jika hobby fotografi cari sumbernya dan juga bisa dijual online. Intinya dalam berdagang adalah terus mencari sumber termurah baik di dalam ataupun di luar negeri. Manfaatkan internet dan waktu selepas kerja dan akhir pekan untuk mencari sumber termurah dan beli secara kuantitas misalnya lusinan ataupun kodian.

Kumpulkan terus emas, obligasi keuntungan berdagang dan gunakan prinsip Profit on Profit.

3. Investasi Menengah
Jika kumpulan emas ataupun obligasi sudah mencapai 70 – 100 juta, dapat dipertimbangkan untuk investasi properti, misalnya tanah, rumah, rumah susun, dll.

Dalam membeli properti pilih lokasi yang berkembang, di pinggir jalan, dilalui mobil. Selain itu juga cek kepemilikan sebaiknya Strata title untuk kios, rumah susun dan apartment atau sertifikat Hak Milik atau HGB untuk rumah, tanah dan ruko.

Selain itu, sebaiknya properti yang dibeli bisa langsung menghasilkan pendapatan. Misalnya membeli rumah susun di kemayoran yang ukuran 18 m2 di harga sekitar 50 jt dapat disewakan 9 juta per tahun ataupun rumah susun Bendungan Hilir luas yang sama dengan harga sekitar 60 juta bias disewakan sekitar 11 juta per tahun. Uang sewanya bisa dibelikan emas, ORI, dll.

Mulai kebayang khan hasilnya? Coba bayangkan lagi, kalau bisa menabung dan punya 50 rumah susun tentunya penghasilan bulanan akan melebihi gaji bulanan bekerja.

Bila memiliki dana di atas 100 juta bahkan bisa membeli rumah susun bersubsidi seperti apartment yang harganya sekitar 180 jt, sewanya tentu lebih tinggi daripada rumah susun biasa. Sebaiknya membeli di harga perdana bila ingin membeli apartment.

Nah investasi tidak harus dengan dana besar bukan? Mari mulai berhemat dan menabung agar tua tidak menyesal…yuuukkkk

Punya pengalaman investasi juga? Share dooong…


Actions

Information

3 responses

12 06 2009
anton

Dari pengalaman saya investasi yang paling stabil dan harganya cenderung naik adalah investasi dalam bidang properti.Memang jika dilihat dari sisi liquiditas kurang dibandingkan dengan emas atau yang sejenisnya.Selain itu investasi dalam bidang properti membutuhkan modal yang sedikit lebih besar,akan tetapi kita juga harus berhati-hati dalam memilih properti, terutama dalam hal legalitasnya. Untuk mencari properti dengan harga yang agak miring kita bisa mencari lokasi yang dalam jangka waktu 5 sampai 10 tahun mendatang pasti berkembang.Karena pada intinya investasi dalam bidang properti adalah investasi dalam jangka panjang.

12 10 2009
marketertalk

Bung Anton,
Setuju sekali meang sebagian besar investasi saya di bidang Poperty. Namun investasi juga dikombinasikan dengan investasi yang liquid seperti reksadana, saham dan emas agar jika sewaktu2 butuh uang mendadak tidak perlu jual property…

30 11 2010
marketertalk

Setuju banget. Investasi property sangat cocok bagi pekerja kantoran. Gak perlu repot urus investasi dan kalo mengajukan pinjaman ke bank relatif mudah. Intinya adalah mampu mencari lokasi yang bagus dan tidak bermasalah, bisa mendapatkan financing, dan kemudian mengolah menjadi investasi yang menguntungkan…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: